6 Macam Tes Pemeriksaan Alergi Pada Anak

loading...

Pengertian dan Gejala Alergi Pada Anak

Alergi pada anak adalah suatu kondisi reaksi yang berlebihan dari sistem kekebalan tubuh seorang anak terhadap bahan-bahan asing yang dianggap berbahaya bagi tubuh, walaupun sebenarnya hal itu tidaklah demikian. Alergi ini bisa saja terjadi, selain dari zat tertentu yang dianggap berbahaya  masuk dalam tubuh juga bisa karena bersentuhan terhadap sesuatu yang memicu prilaku hipersensitif dan timbulnya reaksi secara imunologi pada tubuh anak itu sendiri.

Pada umumnya, gejala alergi pada anak ditandai adanya rasa mual, muntah, diare, gatal pada kulit, mata, dan panca indra lainnya, timbulnya bintik dan ruam merah pada kulit, pusing, denyut nadi melemah hingga hilangnya kesadaran pada anak untuk tahap alergi yang akut.

 Baca Juga :

7 Manfaat Penting Sayuran Untuk Kesehatan Tubuh Yang Sering Kita Abaikan

6 Macam Vitamin Dan Fungsinya Bagi Tubuh Manusia

5 Jenis Zat Kimia Yang Sangat Berbahaya Bagi Tubuh Manusia

Macam-Macam Tes Pemeriksaan Medis Alergi Pada Anak

Ada beberapa macam tes pemeriksaan medis yang dapat dilakukan untuk memastikan bahwa sang anak memang benar-benar terkena alergi. Pemeriksaan ini dibutuhkan untuk diagnosis maupun mengetahui kondisi allergen dalam rangka menghindari reaksi alergi sehingga alergi pada anak dapat tertangani dan memudahkan upaya agar alergi tersebut tidak terulang lagi. Berikut ini merupakan jenis pemeriksaan untuk alergi pada anak yang biasa dilakukan medis, yaitu :

Gejala Alergi Pada Anak

Gejala Alergi Pada Anak

  1. Pemeriksaan kadar lgE spesifik atau lgE serum

Bila seseorang terkena alergi biasanya kadar lgE serum akan menjadi lebih tinggi dibandingkan saat kondisi normal, untuk pemeriksaan kadar lgE spesifik atau lgE serum pada anak dapat membuktikan apakah sang anak benar-benar terkena alergi atau karena penyebab lainnya.

  1. Pemeriksaan Jumlah Eosinophil

Pada alergi, biasanya terjadi eosinofilia yaitu peningkatan jumlah sel darah putih sebagai pengendali alergi. Untuk itu pemeriksaan jumlah eosinophil sangat diperlukan untuk memastikan apakah anak memang benar  terkena alergi.

  1. Uji tusuk (skin prick test/SPT)

Tes ini dilakukan dengan cara meneteskan ekstrak allergen dalam gliserin dipermukaan kulit anak yang terkena alergi lalu lapisan atas kulit ditusuk dan dicungkil keatas dengan jarum khuhus dan bila  terbentuk kondisi indurasi lebih dari 2 mm  maka sang anak dapat dikatakan positif terkena alergi.

  1. Uji Provokasi Makanan Terbuka

Penderita yang diduga mengalami alaergi makanan dilakukan uji provokasi dengan cara memilih makanan yang diduga menjadi menyebabkan alergi itu sendiri. Namun sebaiknya dimulai memilih makanan yang kemungkinan alerginya lebih rendah dahulu. Setelah itu, penderita mengomsumsi makanan tersebut seperti biasa selama 1 minggu. Misalnya: seseorang diduga menderita alergi telur. Maka dalam 1 minggu penderita mengonsumsi telur seperti biasa. Jika muncul tanda alergi, misalnya bentol-bentol atau gatal pada hari ke-2 setelah mengonsumsi telur, maka pada hari ke-3 konsumsi telur dihentikan. Jika setelah 1 minggu mengonsumsi makanan tersebut timbul gejala alergi, maka makanan tersebut dicurigai sebagai penyebab alergi. Setelah itu, dilakukan 3 kali uji provokasi diwaktu yang berbeda terhadap makanan yang sama. Jika hasilnya tetap positif, maka makanan tersebut dikatakan sebagai penyebab alergi. Namun jika reaki alergi yang muncul cukup berat maka uji provokasi makanan harus dilakukan dibawah pengawasan dokter.

  1. Uji Temple (patch test)

Uji Temple (patch test) adalah uji tes alergi dengan cara allergen  yang dicurigai ditempelkan pada kulit dan jika terdapat kemerahan dalam 48-72 jam, maka positif menderita alergi.

  1. Uji Provokasi Makanan Buta Ganda

Uji provokasi makan buta ganda adalah uji standar untuk menentukan penyebab alergi makanan. Makanan tersebut dikemas menjadi kapsul dan setelah itu, dikonsumsi secara bertahap oleh penderita yang diduga memiliki alergi terhadap makanan. Jika pada dosis tertentu tidak terjadi reaksi alergi, maka dapat dilakukan uji provokasi makanan terbuka. Jika gejala alergi berat atau anak berisiko menderita gejala alergi yang berat atau reaksi alergi maka uji provokasi makanan dapat dilakukan dirumah sakit dalam pengawasan dokter. Demikian sedikit uraian berkenaan alergi pada anak serta macam-macam tes/uji pemeriksaan yang biasa dilakukan oleh medis untuk memastikan apakah sang anak benar-benar terkena atau menderita alergi.

loading...

Artikel Terkait :

Most popular articles related to 6 Macam Tes Pemeriksaan Alergi Pada Anak