Manfaat, Efek Samping dan Dosis Amoxicillin 500mg

loading...

Apakah Amoxicillin itu?

Setiap pasien yang berobat ke dokter, biasanya akan di beri resep obat amoxicillin, terutama bila penyakit yang diderita si pasien sebab pemicunya dikarenakan serangan bakteri pada tubuh. Pemberian dosis amoxicillin oleh dokter sangat tergantung pada usia pasien itu sendiri.

Misalnya saja dosis amoxicillin 500mg atau 250mg sangat dianjurkan untuk pasien dewasa, sedangkan amoxicillin 25mg sampai 50mg sangat dianjurkan untuk anak-anak dengan usia di atas 4 bulan sampai 12 tahun dan itu juga tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan berat badan masing-masing pasien.

Amoxicillin atau amox adalah obat antibiotik yang berfungsi untuk mengatasi dan mengobati infeksi pada tubuh akibat serangan bakteri. Cara kerja amoxicillin sendiri yaitu menghentikan perkembangan bakteri dalam tubuh si pasien.

Oleh karena itu, kalangan medis pun banyak menilai bahwa untuk menyembuhkan pasien dari penyakitnya maka yang perlu dilakukan pertama adalah menghambat perkembangan dari bakteri penyebab penyakit itu sendiri.

Karena manfaat amoxicillin dapat menghentikan perkembangan bakteri dalam tubuh, maka wajar jika banyak kita temui pada setiap resep dokter selalu memberikan obat ini.

Sebenarnya, penggunaan antibiotik jenis ini telah lama dilakukan secara medis, bahkan berdasarkan data survey yang dilakukan US National Ambulatory Medical Care Survey pada tahun 1989 silam, penggunaan resep amoxicillin telah mencapai 84% dalam setiap tahunnya terutama pada pasien anak-anak dan tentunya dengan dosis yang berbeda-beda pula.

Lalu dosis amoxicillin apa saja yang biasa diberikan kepada pasien? Berikut merupakan penjelasan dosis obat amoxicillin yang banyak dijumpai pada obat antibiotik ini.

Baca Juga Artikel Lainnya :

Macam-Macam Dosis Penggunaan Obat Amoxicillin

Dosis Obat Amoxicillin

Dosis Obat Amoxicillin

Penggunaan dosis amoxillin bermacam-macam, tergantung dengan tingkat keparahan penyakit, jenis penyakit, jenis bakteri, berat badan dan usia serta adanya penggunaan obat lain pada sang pasien itu sendiri. Namun, secara umum, untuk dosis amoxicillin yang banyak ditemui adalah sebagai berikut :

1. Amoxicillin 500mg dan 250mg

Dosis penggunaan 500mg amoxicillin dan 250mg amoxicillin selalu diberikan kepada pasien dewasa. Secara penggunaan, pasien dengan usia diatas 12 tahun membutuhkan dosis 250 sampai 500 mg diberikan 3 kali sehari selama 7 sampai 10 hari, atau untuk kasus yang lebih berat diberikan dua kali sehari.

Namun aturan dan ketentuan ini juga tergantung dari jenis penyakit yang diderita oleh seorang pasien. Oleh karena anjuran dan resep dokter sangatlah diperlukan dalam mengkonsumsi obat antibiotik ini.

2. Amoxicillin 20mg sampai dengan 50mg

Pada penggunaan dosis amoxicillin 20mg sampai dengan 50mg biasanya diberikan kepada anak-anak berumur antara 4 bulan hingga 12 tahun dengan penggunaan pada tiap 8 sampai 12 jam.

Namun penggunaan dosis ini juga tetap berdasarkan jenis penyakit, tingkat keparahan serta berat badan pada anak itu sendiri. Oleh karena itu mengikuti anjuran atau resep dokter dalam mengkonsumsi amoxicillin untuk anak adalah sangat penting dipertimbangkan.

Efek Samping Penggunaan Obat Amoxicillin Bagi Pasien

Karena amoxicillin merupakan obat kimia, tentu saja antibiotik ini memiliki efek samping tersendiri bagi si pemakainya, hal itu pun berlaku pada setiap dosis pemakaian amoxicillin baik 20mg sampai dengan dosis amoxicillin 500mg.

Walaupun demikian, amox atau amoxcillin memiliki manfaat mengatasi perkembangan bakteri dalam tubuh, tetapi bagi sebagian orang yang sensitif terhadap penggunaan obat antibiotik dan pemakaian dosis tinggi serta terus menerus akan dapat menimbulkan beberapa efek samping.

Berikut merupakan efek samping penggunaan obat amoxicillin yang dapat terjadi, seperti :

1. Reaksi alergi

Bagi seseorang yang rentan memiliki alergi obat, penggunaan amoxicillin dapat memiliki efek seperti rasa gatal, ruam dan pada tingkat alergi kronis obat ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah pada si pengkonsumsi.

2. Gangguan Pencernaan

Efek samping obat amoxicillin dapat mengganggu pencernaan sang pasien seperti diare, muntah ataupun sakit perut. Efek samping amoxicillin ini terjadi akibat penggunaannya yang berlebihan sehingga memungkinkan bakteri baik dalam tubuh pun ikut binasa akibat obat anti biotik ini.

Untuk itu penggunaan sesuai dosis yang dianjurkan dokter adalah hal utama perlu diperhatikan seorang pasien agart hal tersebut tidak sampai terjadi.

3. Kerusakan Hati dan Ginjal

Nah, untuk efek samping yang satu ini sama saja seperti obat dokter lainnya. Penggunaan secara terus menerus dan obat dosis tinggi akan berakibat pada kerusakan hati atau ginjal bagi sang pasien.

Oleh karena itu, banyak minum air putih ketika sedang mengkonsumsi obat adalah sangat dianjurkan dengan maksud agar zat sisa atau residu dari kandungan obat tersebut dapat larut dan keluar bersama air seni begitu pula halnya dengan obat antibiotik amoxicillin ini.

Demikian sedikit informasi mengenai penggunaan dan efek samping obat anti biotik amoxicillin. Sekali lagi, walaupun amoxicillin merupakan antibiotik untuk menghambat perkembangan virus atau bakteri pada tubuh.

Namun secara penggunaan dan dosisnya sangat perlu diperhatikan aturan pakainya, hal itu untuk mencegah efek samping atau hal-hal yang dapat membahayakan bagi pasien itu sendiri.

loading...

You Might Also Like

Most popular articles related to Manfaat, Efek Samping dan Dosis Amoxicillin 500mg