Penyakit Asma: Pengobatan Medis dan Tradisonal Serta Tindakan Yang Harus Cepat Dilakukan

loading...

Pengobatan Medis Penyakit Asma

Penyakit Asma: Pengobatan Medis dan Tradisonal Serta Tindakan Yang Harus Cepat Dilakukan – Asma adalah penyakit yang umumnya menyerang pernapasan seseorang. Pendekatan yang umum dilakukan dalam merawat asma sebenarnya ber­tujuan untuk mengembalikan kondisi penderita menjadi seperti semula, yaitu kondisi inflamasi, penguncupan dan kepe­kaan saluran pernapasan. Untuk melakukan hal tersebut, penderita dihindarkan dari risiko terpapar debu, asap rokok, dan faktor pemicu lainnya. Penderita juga dapat diberikan obat-obatan pence­gahan asma seperti:

  • Ketotifen
  • Kromolin dan
  • Kotikosteroid

 

Langkah kedua adalah dengan menggunakan obat-­obatan bronkodilator yakni obat yang berfungsi untuk mengem­bangkan saluran pernapasan dan melegakan pernapasan penderita dengan cepat. Obat seperti ini digunakan apabila serangan asma telah terjadi. Dalam kebanyakan kasus, obat-obat ini untuk menjaga keadaan penderita. Namun bila serangan asma sudah menjadi terlalu serius, penderita perlu dirawat di rumah sakit untuk perawatan dan pengobatan yang lebih baik. Obat­-obatan bisa membuat penderita asma menjalani kehidupan normal.

 

Pengobatan Asma Secara Tradisional

Untuk mengobati penyakit asma, berikut merupakan pengobatan asma secara tradisional:  Siapkan Biji cer­mai 6 buah + buah lengkeng 8 butir + bawang merah 2 butir  dan akar kara 4 potong, tumbuk halus semua bahan dan kemudian direbus dengan 2 gelas air hingga tersisa satu setengah gelas saja. Diminum ramuan tradisional ini satu hari 2 kali minum.

Cara selanjutnya adalah dengan mengkonsumsi kopi. Dianjurkan untuk meminum kopi hangat waktu asma kambuh, hal ini diyakini bisa menolong seseorang meredakan rasa sesak akibat asma. Hal ini dikarenakan kandungan zat pada kopi cukup efektif membuka saluran hawa yang terhimpit di dada.

Obat Penyakit Asma

Obat Penyakit Asma

Penanganan Khusus Penderita Asma

Asma adalah penyakit yang dapat secara cepat berubah dari kondisi biasa menjadi memburuk dalam waktu relative singkat, hal ini dapat disebabkan oleh cuaca atau virus. Dalam hal ini, setiap penderita asma dianggap khusus dan perawatan yang diberikan kepada penderita berbeda, tergantung kondisi masing-masing.

Saat penderita asma berkonsultasi dengan dokter, biasanya akan ditanyakan riwayat kesehatannya, apakah ada anggota keluarga yang juga merupakan penderita asma.  Hal pertanyaan tersebut guna mendukung hasil tes fungsi paru atau tes pernapasan untuk memastikan hasil pemeriksaan sebelum mereka memberikan resep/obat-obatan dan terapi kepada penderita. Tes fungsi saluran pernapasan/paru digunakan untuk mengukur kemampuan bernapas penderita asma. Hasil pemeriksaan rontgen paru dapat memperlihatkan jika ada sumbatan pada saluran pernapasan yang merupakan indikasi asma.

Baca Juga : Penyebab Gejala Penyakit Bronkitis dan Cara Menyembuhkanya

Pada dasarnya, penanganan asma yang paling efektif adalah dengan menghindari faktor-faktor pencetus asma dan menggunakan obat asma untuk mengurangi pembengkakan saluran pernapasan. Pengobatan asma secara cepat/jangka pendek dapat dilakukan dengan obat pe­lega saluran pernapasan seperti inhaler  dan nebulizer yang berfungsi menghentikan serangan asma. Sementara untuk pengobatan jang­ka panjang guna mencegah terjadinya serangan asma adalah dengan menggunakan obat-obatan seperti steroid. Pengobatan ini dimaksudkan untuk tetap membuat saluran pernapasan terbuka dan menggurangi pembengkakan.

 

Penanganan dan Tindakan Yang Perlu Dilakukan Bila Asma Kambuh

penderita dapat memonitor kondisi penyakit asmanya secara mandiri dengan menggu­nakan alat yang disebut “Peak Flow Meter”. Alat ini berfungsi untuk menampilkan ukuran kecepatan maksimal udara yang dapat diembuskan oleh paru-paru. Dengan memonitor puncak embusan napas setiap hari, penderita asma dapat mempre­diksi dan segera melakukan tindakan berikut :

  1. Jika terjadi serangan asma gunakan obat sedotan (in­haler). Tunggu hingga 15-20 menit, bila tidak kunjung mem­baik, ulangi penggunaannya. Obat yang dimakan akan memerlukan waktu 30 menit-1 jam untuk mengeta­hui hasilnya.
  2. Jika obat yang digunakan tidak berpengaruh, segera hubungi dokter.
  3. Jika penderita merasakan pengaruh obat, ulangi penggu­naannya sesuai waktu yang dianjurkan.
  4. Bagaimanapun, obat-obatan yang digunakan dapat menimbulkan efek samping kepada penderita, misalnya mengantuk, loyo, muntah, tekanan darah, sulit tidur, dan letih.
  5. Jika obat yang dipakai meninggalkan efek samping dan mengganggu, segera konsultasikan dengan dokter.
  6. Penggunaan obat dengan re­sep dari dokter.
  7. Gunakan obat sesuai resep dokter dan jangan dihentikan kecuali atas anjuran dokter.
  8. Bawa obat ke manapun penderita pergi, terutama penyedot/inhaler
  9. Hindari mengisap rokok atau berdekatan orang yang mengisap rokok.
  10. Penggunaan obat dimalam hari sebaiknya dilakukan sebelum tidur karena serangan asma lebih sering terjadi di malam hari.
  11. Setelah minum obat, penderita dianjurkan berkumur, terutama jika penderita diberi obat jenis sedotan. Hal ini diperlukan guna mencegah mulut dan leher penderita men­jadi kering.
  12. Selain obat-obatan, penderita harus berusaha menghindari bahan-bahan yang memicu timbulnya asma.
  13. Lakukan senam ketika tidak mendapat serangan asma, tetapi perlu anjuran dari dokter terlebih dahulu tentang jenis senam yang sesuai tingkat penyakit yang diderita.
loading...

Artikel Terkait :

Most popular articles related to Penyakit Asma: Pengobatan Medis dan Tradisonal Serta Tindakan Yang Harus Cepat Dilakukan