Penyakit Diare Pada Anak: Bagaimana Mencegahnya? Dan Perlukah Obat Antibiotik?

loading...

Penyakit Diare Pada Anak: Bagaimana Mencegahnya? Dan Perlukah Obat Antibiotik?Sebagai orang tua, Anda perlu mengetahui bahwa balita dan anak-anak sangat rentan terkena penyakit diare. Selain karena mereka belum bisa menjaga kesehatan sendiri, faktor makanan yang diberikan, kondisi cuaca ekstrim dan faktor kebersihan lingkungan bisa saja sewaktu-waktu menjadi pemicu terjadinya penyakit diare pada anak.

Nah, sebagai orang tua maka tugas kitalah untuk untuk mencegah penyakit itu agar tidak menyerang pada anak-anak yang kita sayangi. Ada beberapa cara untuk mencegah agar anak tidak terkena penyakit diare tersebut. Berikut merupakan cara mencegah terjadinya diare pada anak berdasarkan faktor-faktor pemicu seperti yang telah dijelaskan sebelumnya!

 

Bagaimana Mencegah Penyakit Diare Pada Anak?

  1. Menjaga kebersihan makanan dan peralatan makanan yang digunakan untuk Makanan Pendamping (MP) ASI dan cuci tangan setiap kali menyiapkan makanan untuk anak/bayi.
mencegah penyakit diare pada anak

mencegah penyakit diare pada anak

  1. Memberikan ASI Eksklusif pada bayi selama 6 bulan dan diteruskan hingga 2 tahun.
  2. Kebersihan diri dan lingkungan yang selalu dijaga, contohnya mencuci tangan sebelum ibu menyusui bayi, selain itu anak diajarkan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan atau setelah bermain di luar rumah.
  3. Pembersihan virus melalui imunisasi

 

Perlukah Obat Antikbiotik Bagi Anak Yang Menderita Diare?

 obat antibiotik

obat antibiotik

Jangan terburu-buru untuk memberi obat antibiotik kepada anak/bayi yang terkena diare. Antibiotik baru diberikan jika ada tanda infeksi atau terdapat darah pada tinja misalnya pada penyakit shigellosis. Pemberian antibiotik secara rutin pada setiap anak diare akut maupun persisten tidak direkomendasikan. Pemberian antibiotik dapat dilakukan hanya untuk kasus seperti :

  1. Infeksi Amebiasis

Amebiasis adalah suatu infeksi yang disebabkan parasit, yaitu entamoeba histolytica. Gejala yang timbul yakni diare yang diikuti nyeri perut yang dapat timbul dalam waktu 2-4 minggu setelah terinfeksi. Jika ditemukan Entamoeba histolytica dalam tinja, pengobatan dilakukan dengan memberikan antibiotik Metronidazole 50 mg/kgBB yang dibagi dalam 3 dosis. Bila ditemukan gejala amebiasis pada anak, segera bawa ke dokter.

Cara mencegah amebasis:

  • Konsumsi makanan yang sudah di
  • Konsumsi minuman yang matang
  • Menjaga kebersihan diri, misalnya cuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum makan

 

  1. Shigellosis

Diare berdarah sebagian besar disebabkan oleh Shigella yang biasa disebut disentri. Anak yang menderita disentri biasanya mengeluhkan nyeri perut dan demam. Pada anak dengan diare berdarah, biasanya dilakukan pemeriksaan tinja untuk mengetahui mikroorganisme yang menginfeksi.

 

Tetapi, jika tidak bisa dilakukan, umumnya anak dengan diare berdarah diperlakukan sebagai penderita shigellosis dan diberikan terapi antibiotik kontrimoxazole, jika kondisi belum membaik selama 2 hari, maka pemeriksaan tinja sangat diperlukan guna mengetahui mikroorganisme yang menginfeksi ataupun ada shigellosis yang telah kebal.

 

Bila hal ini terjadi, maka antibiotik diganti dengan antibiotik lini ke-2 lain yang lebih sensitif. Selanjutnya pengobatan disentri dilakukan dengan ciprofloxacin 15mg/kg 2 kali sehari selama 3 hari atau ceftriaxone pada kasus yang berat. Jika tidak ada tanda bahaya, seperti dehidrasi atau kejang, anak mendapatkan pengobatan rawat jalan.

Cara mencegah shigellosis:

  • Konsumsi makanan yang sudah di
  • Konsumsi minuman yang matang
  • Jika bayi/anak menderita shigellosis, cuci tangan dengan sabun dan air hangat setelah mengganti popok anak.
  • Penderita shigellosis sebaiknya tidak menyiapkan makanan untuk orang lain kecuali sudah sembuh dari shogellosis dan setidaknya sudah tidak mengalami diare selama 2 hari.

 

Pemberian Prebiotik dan Probiotik Untuk Penyakit Diare Pada Anak

Probiotik merupakan kuman yang berasal dari usus manusia yang diisolasi dari tinja manusia sehat. Probiotik dipercaya mampu mencegah diare melalui perangsangan respons sistem kekebalan tubuh, memproduksi bahan antimikroba tertentu, serta dapat mencegah pertumbuhan kuman. Konsumsi probiotik ditengarai tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Probiotik dapat diberikan pada anak penderita diare akut dan diare persisten, dengan dosis tertentu.

Sementara Prebiotik merupakan bahan yang komposisi utamanya karbohidrat, bila dikonsumsi dapat merangsang pertumbuhan kuman probiotik. Jenis Prebiotik yang sering dipergunakan yakni inulin dan fruktooligosakarida (FOS). Gabungan antara probiotik dengan prebiotik berupa oligosakarida (makanan probiotik) disebut synbiotik.

loading...

You Might Also Like

Most popular articles related to Penyakit Diare Pada Anak: Bagaimana Mencegahnya? Dan Perlukah Obat Antibiotik?