loading...

Penyakit Pertusis Pada Anak : Cara Pencegahan, Gejala Dan Pengobatannya

loading...

Penyakit Pertusis Pada Anak : Cara Pencegahan, Gejala Dan Pengobatannya -Pertusis adalah infeksi saluran napas yang disebabkan oleh bakteri Bordela pertussis. Pertusis dapat menular melalui percikan di udara saat penderita batuk atau bersin. Anak yang menderita pertusis biasanya didapatkan dari penderita pertusis yang lain dan belum mendapatkan imunisasi yang lengkap.

Cara Pencegahan Penyakit Pertusis Pada Anak

1. Imunisasi DPT

DPT adalah Difetri, Pertusis, dan Tetanus. Pemberian vaksin DPT salah satunya adalah mencegah pertusis. Pemberian DPT sebaiknya paling cepat pada saat bayi berusia 6 minggu. Pemberian vaksin DPT ada yang membuat anak menjadi demam, kemerahan dan bengkak pada lokasi bekas suntikan, dan rewel setelah penyuntikan. Efek samping ini biasa nya hilang dalam 2 hari, jika timbul bengkak pada lokasi bekas suntikan dapat dilakukan kompres dingin di lokasi tersebut. Jika anak demam dapat diberikan Paracetamol dan memperbanyak pemberian ASI atau air minum lainnya pada anak.

2. Pemberian antibiotik profilaksis (pencegahan) pada anak yang kontak erat dengan penderita pertusis.

Macam-Macam Gejala Penyakit Pertusis Pada Anak

Anak yang terkena paparan kuman pertusis, biasanya menjadi sakit dalam waktu 7 hari hingga 3 minggu setelah terinfeksi. Gejala pertusis biasanya akan semakin parah saat malam hari. Gejala pertusis terbagi menjadi 3 stadium (terutama pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun), adalah:

  1. Stadium kataral (1-2 minggu)

Pada stadium kataral, anak dapat mengeluhkan batuk, bisa disertai demam, nafsu makan menurun sampai anak-anak tidak mau makan, dan hidung berair.3.Stadium paroksismal (3-6 minggu)

Keluhan batuk semakin berat. Timbul batuk paroksismal (batuk sering dengan waktu singkat) saat anak makan atau saat anak sedang beraktivitas. Wajah anak menjadi merah, muntah, tampak kebiruan, pengeluaran air liur yang berlebihan, penurunan berat badan, hingga anak susah bernapas.

2. Stadium konvalesens (lebih dari 6 minggu)

Batuk semakin berkurang, muntah juga berkurang, anak tampak merasa lebih baik. Hal ini terjadi berulang-ulang untuk beberapa bulan dan sering dihubungkan dengan infeksi saluran atas yang berkurang.

Cara Pengobatan Penyakit Pertusis Pada Anak

Penyakit Pertusis

Penyakit Pertusis

Berikut ini merupakan cara merawat dan mengobati anak yang sedang menderita penyakit pertusis berdasarkan anjuran World Health Organization (WHO), yaitu antara lain:

  1. Jika menemukan tanda/gejala pada anak, segera bawa ke dokter.
  2. Jika anak berusia di atas 6 bulan dan tidak ditemukan tanda-tanda bahaya maka bisa rawat jalan.
  3. Monitor kondisi anak yang menderita pertusis, jika wajah tampak pucat atau kebiruan, anak sulit bernapas, dan ditemukan tanda bahaya lainnya segera bawa ke rumah sakit.
  4. Pemberian antibiotik, seperti eritromisin 12,5mg/kg 4 kali sehari atau azitromisin.
  5. Anak diisolasi selama 4 minggu (terutama jika masih bayi dibawah 6 bulan) maka diharuskan rawat inap.
  6. Jika anak kehilangan napas atau muka pucat/kebiruan, pneumonia, kejang, dehidrasi dan menderita gangguan gizi maka diharuskan rawat inap.

ladyfem

Demikian sedikit penjelasan mengenai penyakit pertusis pada anak yang secara umum sering terjadi. Semoga ulasan mengenai cara pencegahan, gejala dan cara pengobatan penyakit pertusis pada anak ini bisa membantu kita semua, terutama ketika sedang menjumpai kondisi sang buah hati agar kiranya bisa cepat kita ambil tindakan untuk kesembuhan dan kesehatan anak itu sendiri.

Loading...
loading...

Artikel Terkait :

Most popular articles related to Penyakit Pertusis Pada Anak : Cara Pencegahan, Gejala Dan Pengobatannya