Penyebab Utama dan Gejala Obesitas (Kegemukan) Pada Anak Serta Cara Mencegahnya

loading...
loading...

Penyebab Utama dan Gejala Obesitas (Kegemukan) Pada Anak Serta Cara Mencegahnya – Sahabat caramedis.com, ternyata obesitas (kegemukan) tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja melainkan juga bisa terjadi pada anak-anak. Mengapa demikian? Pada dasarnya obesitas terjadi karena tidak seimbangnya jumlah kalori pada tubuh seseorang. Setiap orang memiliki jumlah kalori normal yang berbeda-beda, tergantung tinggi badan yang dimiliki begitu pula obesitas bila terjadi pada anak-anak.

Obisitas (kegemukan) pada anak adalah kondisi dimana terjadi penumpukan lemak yang berlebihan di bawah kulit atau jaringan lainnya di dalam tubuh sang anak yang diakibatkan karena jumlah kalori masuk lebih besar dari pada jumlah kalori yang dikeluarkan oleh tubuh seorang anak.

Biasanya obesitas pada anak terjadi saat anak umur 2 (dua) sampai dengan saat ia berumur 19 tahun. Seorang anak dapat dikatakan masih menderita overweight (kelebihan berat badan) bila Indeks Massa Tubuh (IMT) anak tersebut berada pada di atas persentil ke-85 sampai dengan persentil ke-95 pada grafik tumbuh kembang anak sesuai usia dan jenis kelaminnya. Sedangkan obesitas (kegemukan) pada terjadi apabila kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) sang anak berada di atas persentil ke-95. Oleh karena itu, pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) anak sangat diperlukan untuk menentukan apakah ia hanya menderita overweight (kelebihan berat badan) saja atau telah menjadi kondisi obesitas (kegemukan).

Baca juga :

6 Faktor Penyebab Gangguan Gizi Buruk Pada Bayi Dan Anak

6 Macam Tes Pemeriksaan Alergi Pada Anak

Penyakit Diare Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Penyakit Asma Pada Anak : Tanda Dan Gejala Serta Tujuan Penangananya

 

Penyebab Utama Terjadinya Obesitas Pada Anak

 penyebab utama terjadinya obesitas pada anak

penyebab utama terjadinya obesitas pada anak

Ada beberapa penyebab sehingga seorang anak menderita obesitas yang mana Obesitas tersebut terjadi akibat terlalu banyak makan sehingga jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih besar daripada jumlah kalori yang dikeluarkan saat sang anak melakukan aktivitas normalnya. Berikut adalah adalah penyebab utama terjadinya obesitas pada anak, antara lain:

  1. Resiko faktor keturunan. Yaitu bila kedua orang tuanya menderita obesitas juga sang anak dapat beresiko mengalami obesita pula.
  2. Tidak tercukupinya Air Susu Ibu (ASI) saat sang masih balita hingga berumur 2 tahun.
  3. Kurangnya aktivitas atau gerak dari sang anak saat masa pertumbuhan berlangsung. Hak ini jika sang anak hanya banyak menghabiskan aktivitas dengan hanya duduk, diam di rumah atau sekedar bermain game saja.
  4. Terlalu seringnya sang anak dalam mengkonsumsi makanan cepat saji (fastfood) atau soft drink yang mengandung lemak dan gula yang tinggi yang mengakibatkan lemak terus bertambah dan mengendap dalam tubuh sang anak. Oleh karena itu, peranan orang tua dalam mengontrol penyebab utama timbulnya obesitas pada anak ini sangat lah diperlukan mulai dari kelahiran sampai masa pertumbuhan dari sang anak itu sendiri.
makanan cepat saji (fastfood)

makanan cepat saji (fastfood)

 

Tanda dan Gejala terjadinya Obesitas Pada Anak

Untuk gejala obesitas yang terjadi pada seorang anak, biasanya hal tersebut ditandai oleh beberapa kondisi antara lain jari tangan anak terlihat lebih runcing, adanya lipatan atau gumpalan lemak dipundak sang anak, muka sang anak terlihat lebih bulat, perut terlihat gendut dan saat tidur sang anak akan lebih sering mendengkur (ngorok).

Selain itu, gejala obesitas pada anak dapat ditandai pula oleh membesarnya paha pada sang anak dan untuk hal satu ini biasanya wilayah sekitar paha sang anak akan lebih sering menjadi lecet akibat gesekan lemak pada paha saat sang anak  melakukan aktivitas seperti berjalan, berlari dan lainnya.

Bila para orang tua mendapati gejala-gejala di atas, sebaiknya perlu waspada bisa jadi hal tersebut adalah gejala bahwa sang anak sedang menderita obesitas (kegemukan), untuk itu perlu mendapatkan penanganan dan perawatan secepatnya karena bila terus dibiarkan maka sang anak akan beresiko terjangkit penyakit serius lainnya seperti sesak napas, jantung dan yang parah lagi adalah menyebabkan dampak obesitas pada psikologis anak yaitu cenderung pendiam dan memiliki rasa malu berlebihan karena memiliki tubuh yang gendut (obesitas).

 

Cara Mencegah Terjadinya Obesitas Pada Anak

Indeks Massa Tubuh (IMT) anak

Indeks Massa Tubuh (IMT) anak


ladyfem

Lalu bagaimana cara mencegah agar anak tidak menderita obesitas? Beriku merupakan 6 cara mencegah terjadinya obesitas pada anak:

  1. Selalu memberikan Air Susu Ibu (ASI) atau ASI eksklusif sejak lahir hingga 6 bulan dan kemudian melanjutkannya hingga sang anak berusia 2 tahun. Anak yang diberi ASI eksklusif dan ASI dalam jagka waktu yang lebih lama memiliki risiko obesitas yang lebih rendah dibandingkan anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif dan hanya mendapatkan ASI dengan waktu singkat.
  2. Mengontrol pola makan sang anak dengan mengurangi makanan mengandung lemak dan kalori tinggi. Untuk itu mengatur gizi sehat sang anak adalah salah satu cara mencegah terjadinya obesitas pada sang anak itu sendiri.
  3. Merangsang dan sedikit memberikan kebebasan aktivitas pada sang anak, untuk melakukan aktivitas aktif agar mendukung terjadinya pembakaran lemak pada anak.
  4. Mengurangi untuk memberikan makanan cepat saji (fastfood) dan selalu membiasakan agar anak setiap pagi selalu sarapan dirumah daripada jajan diluar rumah
  5. Melatih dan membiasakan sang untuk melakukan puasa sesuai dengan umur dan kemampuan fisik anak. Hal ini dimaksudkan untuk melatih sang anak merasakan lapar dan menghindari masuknya asupan makanan secara terus menerus tanpa adanya penolakan dari sang anak itu sendiri. Nah, demikian sedikit informasi menganai penyebab utama dan gejala terjadinya obesitas (kegemukan) pada anak, semoga bisa bermanfaat pada kita semua.
loading...

Artikel Terkait :

Most popular articles related to Penyebab Utama dan Gejala Obesitas (Kegemukan) Pada Anak Serta Cara Mencegahnya